📌 Poin Utama Berita Ini:
- Respons reaktif berlebihan atau refleks menarik diri saat menghadapi masalah sering kali berakar dari pengalaman masa lalu serta luka child trauma yang belum pulih sepenuhnya.
- Dr. Jiemi Ardian, Sp.Kj melalui buku Pulih dari Trauma memperkenalkan pendekatan Trauma Processing Therapy (TPT) untuk membantu pembaca menemukan kedamaian hidup.
- Buku Adult Children of Emotionally Immature Parents karya Lindsay C. Gibson, PsyD menguraikan pola pengasuhan orang tua yang tidak matang secara emosional serta pentingnya menetapkan batas diri.
- Buku The Body Keeps The Score karya Bessel van der Kolk, M.D menyoroti pengaruh pengalaman traumatik terhadap tubuh, otak, serta sistem saraf manusia secara realistis.
- How to do the Work karya Dr. Nicole Lepera membimbing pembaca untuk mengenali pemicu emosi, memahami pola perilaku, serta membangun ketahanan emosional.
Child trauma atau trauma masa kecil sering kali menjadi akar dari respons emosional yang tidak disadari, seperti marah besar secara mendadak karena masalah sepele atau refleks menarik diri dari orang lain. Banyak orang menganggap sikap reaktif tersebut sebagai bagian dari karakter alami, padahal perilaku itu bisa jadi merupakan bentuk pertahanan diri dari sosok anak kecil dalam tubuh yang belum sepenuhnya sembuh. Memahami asal-usul reaksi emosional ini menjadi langkah awal yang krusial untuk mengenali diri sendiri dan memulai proses pemulihan mental.
Untuk membantu pembaca menggali rekam jejak luka batin tersebut, terdapat sejumlah literatur psikologi yang membahas dinamika trauma secara mendalam. Berbagai bacaan ini menawarkan sudut pandang ilmiah sekaligus empatik guna mengenali pemicu, pola respons, serta cara merawat emosi yang terpendam. Rangkaian literatur ini dirancang untuk mendampingi pembaca dalam memahami batasan diri dan membangun ketahanan emosional yang lebih baik.
Berdasarkan ulasan yang dibahas, pembaca disarankan untuk mengenali lima rekomendasi buku tentang child trauma dan inner child yang relevan untuk dibaca. Melalui buku-buku tersebut, pembaca dapat mempelajari berbagai pendekatan terapeutik, mulai dari pengenalan emosi dasar hingga pemahaman biologis tentang bagaimana tubuh menyimpan memori trauma masa lalu.
Mengenal Pendekatan Trauma Processing Therapy
Buku berjudul Pulih dari Trauma karya dr. Jiemi Ardian, Sp.Kj diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2025 dengan ketebalan 376 halaman. Penulis buku ini merupakan seorang psikiater yang aktif berpraktik di Siloam Hospitals Bogor dan telah menulis sejumlah karya populer sebelumnya seperti Merawat Luka Batin serta For You, Myself. Buku ini menghadirkan pendekatan penyembuhan trauma yang memadukan sisi ilmiah dan empatik melalui metode Trauma Processing Therapy.
Melalui metode tersebut, pembaca diajak untuk menemukan jalan menuju kehidupan yang lebih damai dan utuh. Pendekatan ini dirancang untuk membantu individu memproses pengalaman masa lalu secara terstruktur. Dengan demikian, beban emosional yang selama ini menghambat keseharian dapat diurai secara perlahan.
Merawat Emosi dan Memperbaiki Pola Pikir
Sebelum merilis buku terbarunya, dr. Jiemi Ardian, Sp.Kj terlebih dahulu menerbitkan buku berjudul Merawat Luka Batin pada tahun 2022 melalui penerbit Gramedia Pustaka Utama dengan tebal 330 halaman. Buku ini berfokus pada proses berpikir yang tepat tanpa harus selalu memaksakan diri untuk berpikir positif secara berlebihan. Penulis menjelaskan bahwa sifat reaktif yang kerap muncul sering kali bersumber dari pola pikir yang keliru.
Pembaca diajak untuk tidak langsung menekan emosi negatif yang muncul, melainkan mengenali dan memprosesnya dengan penuh kelembutan. Buku ini membimbing individu untuk merawat luka batin tersebut sebagai bagian dari perjalanan penerimaan diri. Pendekatan ini dinilai efektif untuk meredakan ketegangan psikologis akibat pengalaman masa lalu.
Dampak Pengasuhan Emosional yang Belum Matang
Buku Adult Children of Emotionally Immature Parents karya Lindsay C. Gibson, PsyD diterbitkan dalam edisi terjemahan oleh Elex Media Komputindo pada tahun 2024 dengan ketebalan 264 halaman. Literatur ini memberikan penjelasan komprehensif mengenai cara memulihkan diri dari pola pengasuhan orang tua yang berjarak, menolak, atau bersikap egois. Menurut penulis, masa kecil yang diingat sering kali diwarnai oleh kondisi di mana kebutuhan emosional anak tidak terpenuhi secara memadai.
Buku ini menguraikan bagaimana pola asuh dari orang tua yang tidak matang secara emosi mampu membentuk respons perilaku individu saat dewasa. Pembaca dibimbing untuk memahami keterbatasan orang tua di masa lalu tanpa harus menumbuhkan kebencian atau menyalahkan mereka. Melalui panduan ini, individu diarahkan untuk melakukan proses penyembuhan serta menerapkan pengaturan batas diri yang sehat.
Hubungan Trauma dengan Otak dan Tubuh
Buku The Body Keeps The Score: Otak, Pikiran, dan Tubuh dalam Pemulihan Trauma ditulis oleh Bessel van der Kolk, M.D yang menjabat sebagai profesor psikiatri di Boston University School of Medicine sekaligus direktur medis di Trauma Center di Brookline, Massachusetts. Buku ini berhasil menduduki peringkat pertama dalam daftar New York Times Best Seller kategori nonfiksi berkat gaya penyajiannya yang menggugah, penuh empati, serta didukung oleh studi kasus nyata. Penulis memaparkan bagaimana pengalaman traumatik berdampak langsung pada kondisi fisik, otak, serta sistem saraf manusia.
Meskipun membahas topik yang kompleks, materi dalam buku ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan tidak kaku. Selain membedah dampak trauma secara biologis, penulis juga menjabarkan proses pemulihan secara realistis. Hal ini memberikan sudut pandang baru bagi pembaca yang ingin memahami kaitan erat antara kondisi fisik dan kesehatan mental.
Membangun Ketahanan Emosional Melalui Praktik Nyata
Buku terakhir yang menjadi sorotan adalah How to do the Work karya Dr. Nicole Lepera yang juga menempati posisi puncak dalam daftar New York Times Best Seller. Buku ini membantu pembaca mengenali pemicu emosi, memahami pola perilaku diri sendiri, serta membebaskan diri dari belenggu luka masa lalu. Penulis menguraikan konsep psikologis yang rumit menjadi langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pembaca diajak untuk membangun ketahanan emosional serta kesadaran diri melalui kebiasaan-kebiasaan sadar yang selaras dengan nilai pribadi. Proses penyembuhan dari trauma diakui memerlukan waktu yang tidak singkat dan tidak otomatis selesai hanya dengan membaca buku. Kendati demikian, literatur ini berfungsi sebagai langkah awal yang esensial untuk mengenali diri secara lebih utuh.
| Judul Buku | Penulis | Penerbit / Tahun | Fokus Utama Pembahasan |
|---|---|---|---|
| Pulih dari Trauma | dr. Jiemi Ardian, Sp.Kj | Gramedia Pustaka Utama (2025) | Trauma Processing Therapy (TPT) |
| Merawat Luka Batin | dr. Jiemi Ardian, Sp.Kj | Gramedia Pustaka Utama (2022) | Pengenalan dan pemrosesan emosi negatif |
| Adult Children of Emotionally Immature Parents | Lindsay C. Gibson, PsyD | Elex Media Komputindo (2024) | Dampak pola asuh orang tua dan batas diri |
| The Body Keeps The Score | Bessel van der Kolk, M.D | Nonfiksi Internasional | Dampak trauma pada otak, pikiran, dan tubuh |
| How to do the Work | Dr. Nicole Lepera | Nonfiksi Internasional | Pola emosi, kesadaran diri, dan kebiasaan sadar |
Artikel ini disajikan untuk tujuan informatif dan edukatif mengenai literatur psikologi trauma. Proses penyembuhan kondisi psikologis atau child trauma memerlukan waktu serta penanganan profesional yang tepat apabila dibutuhkan.
IDN Times
Referensi Sumber: IDN Times – Sering Reaktif? Rekam Jejak Child Trauma Lewat 5 Buku Ini
Tim Redaksi: Redaksi DomainJava
Penulis: Mafatihatul Maziyyah











