- Terdapat lima tipe kepribadian MBTI yang dinilai sangat rentan terbawa emosi atau suasana hati orang lain di sekitarnya.
- Kepekaan emosional yang tinggi membuat tipe-tipe tertentu mudah menyerap energi positif maupun negatif dari lingkungan sosial.
- Dilansir dari ulasan Isyara Luneth di IDN Times, kedekatan emosional ini sering kali membuat mereka ikut merasakan beban batin orang terdekat.
Ada orang yang bisa tetap ceria meski suasana di sekitarnya sedang muram. Namun, ada juga yang emosinya mudah ikut berubah ketika melihat orang lain sedang sedih, marah, atau bersemangat. Mereka seolah bisa menangkap energi dari lingkungan sekitar dan tanpa sadar membawa suasana tersebut ke dalam dirinya sendiri. Berdasarkan ulasan yang dilaporkan oleh Isyara Luneth melalui IDN Times, dalam kerangka psikologi MBTI, beberapa tipe dikenal lebih peka terhadap perubahan emosi orang lain. Mereka dapat menyadari perubahan ekspresi, nada bicara, atau sikap seseorang lalu ikut merasakan suasana yang sedang terjadi.
Fenomena psikologis ini menunjukkan bahwa tidak semua individu memiliki benteng emosional yang tebal saat menghadapi lingkungan sosial yang dinamis. Sebagian orang justru memiliki rongga empati yang begitu luas hingga batasan antara perasaan pribadi dan emosi orang lain menjadi kabur. Dinamika semacam ini kerap ditemukan dalam interaksi sehari-hari, baik di lingkungan pertemanan, keluarga, maupun tempat kerja. Memahami karakteristik ini membantu kita untuk lebih bijak dalam mengelola energi sosial tanpa harus merugikan kesehatan mental diri sendiri maupun orang lain.
Dinamika Empati dan Sensitivitas Emosional
Kepekaan emosional bukanlah sebuah kelemahan, melainkan bentuk kecerdasan sosial yang berakar dari tingginya rasa empati. Individu dengan tipe kepribadian tertentu biasanya memiliki fungsi kognitif yang memprioritaskan keharmonisan kelompok serta kesejahteraan perasaan orang di sekitar mereka. Ketika seseorang berada di dekat individu yang sedang mengalami krisis emosional, sistem saraf mereka merespons dengan cara mencerminkan kondisi tersebut. Hal ini menjelaskan mengapa sebagian orang merasa kehabisan energi setelah mendengarkan cerita keluh kesah teman atau sekadar berada di dalam ruangan yang dipenuhi ketegangan.
Meskipun kedekatan emosional ini mempererat hubungan interpersonal, dampaknya bisa melelahkan jika tidak diimbangi dengan kesadaran diri yang matang. Beban psikologis yang diserap dari lingkungan luar kerap terbawa hingga ke ranah pribadi, mengganggu waktu istirahat, bahkan memicu kecemasan tanpa sebab yang jelas. Oleh karena itu, mengenali kecenderungan diri berdasarkan tipologi kepribadian menjadi langkah awal yang penting untuk membangun batasan emosional yang sehat.
ENFJ dan Pengaruh Lingkungan Sosial
ENFJ dikenal cukup peka membaca suasana dan perubahan emosi orang lain. Ketika berada di tengah kelompok yang sedang bersemangat, mereka biasanya ikut merasa antusias dan mudah terbawa suasana positif tersebut. Sebaliknya, jika seseorang yang mereka sayangi sedang murung atau menghadapi masalah, mood ENFJ juga bisa ikut menurun meski sebelumnya sedang baik-baik saja.
Mereka tidak sekadar menyadari bahwa orang lain sedang tidak baik-baik saja, tetapi juga ikut memikirkan penyebab dan perasaan yang sedang dialami orang tersebut. ENFJ bisa terus memikirkan keadaan temannya setelah pertemuan selesai karena merasa ingin membantu meringankan beban yang dirasakan. Kedekatan emosional yang kuat dengan orang lain membuat suasana hati mereka cukup mudah dipengaruhi oleh lingkungan sosial.
INFJ dan Kepekaan Terhadap Ketegangan
INFJ memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perubahan kecil dalam interaksi. Mereka dapat menangkap perubahan nada bicara, ekspresi wajah, atau sikap seseorang yang terlihat sedikit berbeda dari biasanya. Ketika menyadari ada orang yang sedang mengalami masalah, INFJ bisa ikut merasakan beratnya suasana tersebut meskipun tidak mengalaminya secara langsung.
INFJ terkadang juga menyerap berbagai hal yang terjadi di lingkungan sebelum memprosesnya secara mendalam. Jika berada di tempat yang dipenuhi ketegangan, mereka mungkin merasa tidak nyaman bahkan setelah situasinya sudah selesai. Karena terlalu mudah menangkap emosi sekitar, INFJ terkadang membutuhkan waktu sendiri untuk mengembalikan suasana hatinya seperti semula.
INFP dan Kekuatan Empati Mendalam
INFP memiliki empati yang kuat sehingga perasaan orang lain bisa dengan mudah menyentuh sisi emosional mereka. Ketika melihat seseorang menangis, kecewa, atau sedang menghadapi masalah berat, mereka bisa ikut merasa sedih meskipun tidak memiliki hubungan langsung dengan kejadian tersebut. Bahkan, cerita sederhana yang menyentuh hati bisa terbawa ke pikiran mereka dalam waktu yang cukup lama.
Mereka akan membayangkan bagaimana rasanya berada di posisi orang yang sedang mengalami kesulitan. Kebiasaan menempatkan diri dalam perspektif orang lain membuat INFP lebih mudah merasakan emosi yang ada di sekitarnya. Karena itu, suasana lingkungan yang penuh konflik atau kesedihan bisa membuat mereka kehilangan energi tanpa sadar.
ESFJ dan Rasa Tanggung Jawab Emosional
ESFJ sangat memperhatikan kondisi emosional orang-orang yang berada di sekitarnya. Ketika berkumpul dengan teman atau keluarga yang sedang bahagia, mereka bisa ikut menikmati kegembiraan tersebut dan membuat suasana semakin ramai. Namun ketika orang-orang terdekatnya sedang menghadapi masalah, perubahan mood mereka juga dapat terjadi dengan cepat.
Mereka merasa bahwa keadaan emosional orang lain ikut menjadi bagian dari tanggung jawab mereka. Saat melihat seseorang sedang murung, ESFJ mungkin langsung berusaha menghibur atau mencari tahu apa yang sedang terjadi. Jika tidak berhasil membantu, mereka bisa ikut merasa sedih dan terus memikirkan keadaan tersebut setelahnya.
ISFJ dan Perhatian Pada Perubahan Perilaku
ISFJ memiliki perhatian yang besar terhadap perasaan orang-orang yang mereka sayangi. Mereka cukup peka terhadap perubahan kecil dalam perilaku seseorang, terutama ketika orang tersebut biasanya ceria tetapi tiba-tiba menjadi pendiam. Melihat perubahan tersebut bisa membuat ISFJ ikut merasa tidak tenang dan memikirkan apa yang mungkin sedang terjadi.
Karena menyimpan perhatian dalam bentuk tindakan, ISFJ biasanya berusaha melakukan sesuatu untuk membuat suasana menjadi lebih baik. Mereka mungkin menawarkan bantuan, menemani tanpa banyak bicara, atau sekadar memastikan orang tersebut tidak merasa sendirian. Ketika melihat orang yang disayangi kembali bahagia, mood ISFJ pun biasanya ikut membaik.
Mudah tertular mood orang lain selalu berkaitan dengan tingkat kepekaan dan empati yang dimiliki seseorang. Beberapa MBTI memang lebih mudah menangkap suasana emosional di sekitarnya sehingga perasaan orang lain dapat memengaruhi kondisi hati mereka. Meski memiliki empati yang tinggi adalah hal yang baik, tetap penting untuk memberi batas agar tidak terus membawa beban emosional orang lain ke dalam kehidupan pribadi.
| Tipe MBTI | Karakteristik Utama | Reaksi Terhadap Mood Sekitar |
|---|---|---|
| ENFJ | Peka membaca kelompok & sosial | Ikut antusias atau ikut murung mengikuti orang terdekat |
| INFJ | Sangat peka perubahan detail kecil | Menyerap ketegangan dan butuh waktu menyendiri |
| INFP | Empati batin yang sangat kuat | Membayangkan posisi orang lain hingga kehilangan energi |
| ESFJ | Fokus pada keharmonisan kolektif | Merasa bertanggung jawab memperbaiki suasana hati |
| ISFJ | Perhatian pada perilaku orang terdekat | Resah saat orang lain diam dan membaik saat mereka bahagia |
Referensi Sumber: IDN Times – 5 MBTI yang Paling Gampang Ketularan Mood Orang di Sekitarnya oleh Isyara Luneth
Tim Redaksi: Redaksi DomainJava
Penulis: Mafatihatul Maziyyah











